Kamis, 15 Mei 2014

Dampak tembakau buat Kesehatan

Dampak Sosial
Merokok di tempat umum telah sejak lama hanya dilakukan oleh pria. Wanita yang merokok dianggap telah merusak kesuciannya. Di Jepang pada jaman Edo, pelacur dan kliennya saling mendekati dengan berpura-pura menawarkan rokok. Hal yang sama juga dilakukan di Eropa pada abad ke-19. Sejak Perang Sipil Amerika, penggunaan tembakau dikaitkan dengan maskulinitas dan kekuasaan, dan menjadi ikon pencitraan penguasa kapitalis.

Saat ini tembakau banyak ditentang karena mengakibatkan banyak masalah kesehatan[3] sehingga muncul kampanye anti rokok di beragai tempat di seluruh dunia. Bhutan adalah satu-satunya negara yang melarang penjualan tembakau.

Dampak Demografi.
Tembakau hampir seluruhnya dijadikan rokok, dan pemanfaatan tembakau hampir seratus persen berupa rokok. Pada tahun 2000, merokok dilakukan oleh setidaknya 1.22 miliar orang dan sebagian besar merupakan laki-laki. Namun selisih antar gender berkurang dengan meningkatnya usia. Orang miskin memiliki kecenderungan yang lebih besar untuk merokok, demikian pula masyarakat di negara miskin dan berkembang jika dibandingkan dengan masyarakat di negara maju.[8] Hingga tahun 2004, WHO melaporkan jumlah kematian sebesar 5.4 juta jiwa akibat rokok.

Dampak Kesehatan.
Berdasakran WHO, tembakau merupakan penyebab terbesar kematian oleh penyakit-yang-dapat-dicegah. Bahaya penggunaan tembakau mencakup penyakit yang terkait dengan jantung dan paru-paru seperti serangan jantung, stroke, penyakit paru obstruktif kronik, emfisema, dan kanker (terutama kanker paru-paru, kanker laring, dan kanker pankreas).

WHO memperkirakan bahwa tembakau menyebabkan kematian bagi 5.4 juta jiwa pada tahun 2004. 100 juta kematian akibat tembakau telah terjadi akibat tembakau sepanjang abad ke 20. Tembakau juga penyebab kematian bayi dan janin di seluruh dunia karena orang tua perokok.

Perokok pasif meski tidak merokok, dapat mengalami kanker paru-paru. Di Amerika Serikat 3000 orang dewasa meninggal akibat paparan asap rokok sebagai perokok pasif. Setidaknya 46000 orang perkok pasif mengalami penyakit jantung dan meninggal.

Jumlah perokok secara umum berkurang dengan meningkatnya kesejahteraan dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) suatu negara. Dengan kata lain, jumlah perokok berkurang seiring dengan bergeraknya suatu negara menjadi negara maju. Di Amerika Serikat, jumlah perokok telah berkurang setengahnya secara persentase sejak tahun 1965, dari 42% menjadi 20.8%. Sedangkan di negara miskin dan negara berkembang, jumlah perokok justru meningkat secara persentase per tahunnya. India dan China, dengan penduduk yang sangat berlimpah dan IPM yang tidak terlalu tinggi menjadikan keduanya pasar bagi rokok dari seluruh dunia. China sendiri teah menjadi produsen rokok terbesar di dunia dengan memproduksi 2.4 triliun batang rokok per tahun atau setara dengan 40% produksi total dunia.

Sumber : http://id.wikipedia.org/

Suka Dengan Artikel Ini ?
Judul: "Dampak tembakau buat Kesehatan";
Ditulis oleh Unknown;
Rating Blog: 5 dari 5

0 komentar "Dampak tembakau buat Kesehatan", Baca atau Masukkan Komentar

Posting Komentar